RESUME MORFOLOGI
AFIKSASI PEMBENUKAN VERBA
Dosen Pengampu : Diana Mayasari, M.Pd.
Nama : Kholifatur Riski Amalia
NIM : 166008 / PBSI 16C
Afiksasi
adalah salah satu proses dalam pembentukan kata turunan baik berkategori verba,
nomina maupun ajektiva.
Afiks-afiks
pembentuk verba adalah :
1. Prefiks
ber-
2. Konfiks
dan klofiks ber-an
3. Klofiks
ber-kan
4. Syfiks
-kan
5. Sufiks
-i
6. Prefiks
per-
7. Konfiks
per-kan
8. Konfiks
per-i
9. Prefiks
me-
10. Prefiks
di-
11. Prefiks
ter-
12. Prefiks
ke-
13. Konfiks
ke-an.
a.
Verba
berprefiks ber-
Bentuk dasar dalam pembentukan verba
dengan prefiks ber- dapat berupa:
1) Morfem
dasar terikat
Contoh : bertempur, berkelahi, berjuang
Merfem dasar terikatnya adalah tempur,
kelahi, dan juang.
2) Morfem
dasar bebas
Contoh : berladang, beternak, bekerja,
bernyanyi, bergaya.
Morfem dasar bebasnya adalah ladang,
ternak, kerja, nyanyi, dan gaya.
3)
Bentuk turunan berafiks
Contoh : berpakaian,
beraturan, berkekuatan.
Bentuk dasarnya adalah
pakaian, aturan, dan kekuatan.
4)
Bentuk turunan reduplikasi
Contoh : berlari-lari,
berkeluh-kesah, dan berilmu-pengetahuan.
Bentuk dasar :
lari-lari, keluh-kesah, ilmu-pengetahuanm.
5)
Bentuk tuturan hasil komposisi
Contoh : berjual beli,
bertemu muka, bergunung api
Bentuk dasar : jual
beli, temu muka dan gunung api.
Makna
gramatikal verba berprefiks ber- antara lain menyatakan :
1. Mempunyai
(dasar) atau ada(dasar)nya
2. Memakai
atau menggunkan (dasar)
3. Mengendarai/menumpang/naik
(dasar)
4. Berisi/mangandung
(dasar)
5. Mengeluarkan/menghasilkan
(dasar)
6. Mengusahakan/mengerjakan
(dasar)
7. Melakukan
(dasar)
8. Mengalami/berada
dalam keadaan (dasar)
9. Kumpulan/kelompok
(dasar)
10. Memberi
b.
Verba
berkonfiks dan berklofiks ber-an
Ber-an sebagai konfiks memiliki
satu makna, sedangkan ber-an sebagai klofiks memiliki makna sendiri-sendiri.
Makna gramatikal verba berkonfiks
ber-an adalah :
1. Banyak
serta tidak teratur.
Contoh : berlarian (banyak yang berlari
dan tidak teratur)
2. Saling
atau berbalasan.
Contoh : bersentuhan (saling
bersentuhan)
3. Saling
berada di.
Contoh : bersebelahan (saling berada di
sebelah)
c.
Verba
berklofiks ber-kan
Dalam klofiks ber-kan,
prefiks ber- dan sufiks –kan memiliki makna gramatikal sendiri-sendiri. Prefiks
ber- memiliki makna gramatikal seperti yang sudah dibahas pada poin (a) diatas.
Sedangkan sufiks –kan memiliki makna gramatikal “akan”.
Contoh
: bersenjatakan pistol (bersenjata akan pistol)
d.
Verba
bersufiks -kan
Verba
bersufiks –kan memiliki makna gamatikal :
1. Jadikan
2. Jadikan
berada di
3. Lakukan
untuk orang lain
4. Lakukan
akan
5. Bawa
masuk ke
Verba
bersufiks –kan digunakan dalam :
1. Kalimat
imperatif (perintah)
Contoh : lemparkan bola itu!
2. Kalimat
pasif yang predikatnya berpola (aspek) + pelaku + verba, dan subjeknya menjadi
sasaran tindakan.
Contoh
: rumah itu baru kami dirikan
3. Keterangan
tambahan pada subjek/objek yang berpola : yang + (aspek) + pelaku + verba.
Contoh
: uang yang baru kami terima sudah
habis lagi.
e.
Verba
bersufiks –i
Verba bersufiks –i memiliki makna
gramatikal:
1. Berulang
kali.
Contoh : Pukuli (pekerjaan pukul yang
dilakukan berulang kali)
2. Tempat.
Contoh : Datangi (datang di…)
3. Merasa
sesuatu pada.
Contoh : takuti (merasa takut pada…)
4. Beri
atau bubuh pada.
Contoh : Garami (beri garam pada…)
5. Sebabkan
atau jadikan
Contoh : Lengkapi (jadikan lengkap)
6. Lakukan
pada.
Contoh : Tulisi (jadikan tulis pada…)
Verba bersufiks –i digunakan dalam :
1. Kalimat
imperatif (perintah)
Contoh :
-
Tolong gulai teh ini!
-
Lompati
saja pagar itu!
2. Kalimat
pasif yang predikatnya berpola: (aspek) + (pelaku) + (verba) dan subjeknya
menjadi sasaran perbuatan.
Contoh :
-
Kemarin beliau sudah kami hubungi.
-
Anak-anak yatim itu harus kita santuni.
3. Keterangan
tambahan pada subjek atau objek yang berpola: yang + (aspek) + (pelaku) +
verba.
Contoh :
-
Banjir melanda wilayah yang akan kita datangi.
-
Desa yang akan kita kunjungi berda dibalik bukit itu.
f.
Verba
berprefiks per-
Verba berprefiks per-
memiliki makna gramatikal:
1. Jadikan
lebih
Contoh : Perluas (Jadikan lebih luas)
2. Anggap
sebagai atau jadikan
Contoh : Peristri (Jadikan istri)
3. Bagi.
Contoh : Pertiga (bagi tiga)
Verba
berprefiks per- dapat digunakan dalam:
1. Kalimat
imperatif
Contoh : persingkat bicaramu!
2. Kalimat
pasif yang berpola : (aspek) + pelaku + verba
Contoh : masjid ini akan kami perluas ke arah timur
3. Keterangan
tambahan pada subjek atau objek yang berpola: yang + aspek + pelaku + verba.
Contoh : mobil yang belum lama kami perbaiki mogok lagi/
g.
Verba
berkonfiks per-kan
Verba berkonfiks
per-kan memiliki makna gramatikal:
1.
Jadikan bahan (per-an)
Contoh
: Perdebatkan (jadikan bahan perdebatan).
2.
Lakukan supaya (dasar)
Contoh
: perbedakan (lakukan supaya beda).
3.
Jadikan me-
Contoh
: perlihatkan. Jadikan (orang lain) melihat.
4.
Jadikan ber-
Contoh
: pertemukan (jadikan bertemu).
h.
Verba
berkonfiks per-i
Verba berkonfiks per-I memiliki makna
gramatikal:
1.
Lakukan supaya jadi.
2.
Lakukan (dasar) pada objeknya.
Verba berkonfiks per-i digunakan dalam:
1.
Kalimat Imperatif
Contoh:
Perbaiki
dulu sepedah ini !
2.
Kalimat Pasif yang predikatnya berpola:
(aspek) + pelaku + verba.
Contoh:
Mobil
itu baru kita perbaiki.
3.
Keterangan tambahan pada subjek atau
objek yang berpola: yang + (aspek) + pelaku
+ verba.
Contoh:
Rumah
yang baru kami perbaiki terkena
gempa.
i.
Verba
Berprefiks me-
Prefiks me- dapat membentuk
me-, mem-, men-, meny-, meng-, dan menge-.
j.
Verba
Berprefiks ke-
Verba berprefiks ke-
digunakan dalam bahasa ragam tidak baku. Fungsi dan makna gramatikalnya sama
dengan verba berprefiks ter-, yaitu :
1.
Tidak sengaja
2.
Dapat di
3.
Kena (dasar)
Contoh
:
Kebaca
= Terbaca
Ketipu
= tertipu
k.
Verba
berkonfiks ke-an
Verba
berkonfiks ke-an termasuk verba pasif, yang tidak dapat dikembalikan ke dalam
verba aktif, verba pasif di- dan verba pasif ter- memiliki makna gramatikal:
1. Terkena,
menderita atau mengalami
Contoh: kebakaran (menderita bakar)
2. Agak
bersifat.
Contoh: kebiruan (agak biru)
AFIKSASI PEMBENUKAN NOMINA
Afiks-afiks pembentuk nomina turunan
adalah:
1. Prefiks
ke-
2. Konfiks
ke-an
3. Prefiks
pe-
4. Konfiks
pe-an
5. Konfiks
per-an
6. Sufiks
–an
7. Sufiks
–nya
a.
Nomina
berprefiks ke-
Nomina
berprefiks ke- sejauh data yang ada hanyalah ada tiga buah kata, yaitu :
Ketua, kekasih dan kehendak.
b.
Nomina
Berprefiks ke-an
Ada
dua macam proses pembentukan nomina dengan konfiks ke-an. Pertama, yang dibentuk
langsung dari bentuk dasar, baik akar tunggal maupun akar majemuk.
Contoh: Hutan + ke-an = kehutanan (hal
hutan)
Kedua,
dibentuk dari akar, tetapi melalui verba (yang dibentuk dari akar tersebut)
yang menjadi predikat dalam suatu klausa, seperti:
-
Keberanian (yang diturunkan dari verba berani, dan klausa mereka sungguh berani)
Nomina Berprefiks ke-an yang
dibentuk langsung dari bentuk dasar memiliki makna gramatikal:
-
Hal (dasar) atau tentang (dasar)
-
Tempat atau wilayah.
Nomina
Berprefiks ke-an yang dibentuk dari akar, tetapi melalui verba memiliki makna
gramatikal:
-
Tempat (dasar)
-
Wilayah (dasar)
c. Nomina berprefiks pe-
1.
Nomina
berprefiks pe- yang mengikuti kaidah persengauan
Nomina
berprefiks pe- yang mengikuti kaidah
persengauan dapat berbentuk pe-, pem-,
pen-, per-, peng-, peny-, dan penge-.
Nomina
berprefiks pe- yang tidak mengikuti
kaidah persengauan berkaitan dengan verba berprefiks ber- atau verba berklofiks memper-kan yang dibentuk dari dasar itu.
Makna gramatikal yang dimiliki adalah ‘yang ber-
(dasar)’.
Contoh:
Peladang (yang berladang).
d. Nomina berkonfiks pe-an
Konfiks pe-an dalam pembentukan nomina mempunyai enam buah alomorf:
pe-an,
pem-an, pen-an, peny-an, peng-an, dan penge-an. Bentuk
atau alomorf pe-an digunakan apabila bentuk dasarnya berawal dengan fonem {r, l, w, y, m, n, ny, dan ng}.
e. Nomina berkonfiks per-an
1. Nomina
berkonfiks per-an yang dibentuk dari dasar melalui verba ber- bentuknya
mengikuti perubahan bentuk prefiks ber-, sehingga menjadi bentuk per-an, pe-an
dan pel-an.
2. Nomina
berkonfiks per-an yang dibentuk dari dasar (baik akar maupun bukan) nomina,
seperti:
-
Perkaretan
-
Perkantoran
Makna
gramatikal nomina berkonfiks per-an, baik yang dari dasar melalui verba ber-
maupun yang langsung dari dasar adalah: ‘hal atau tentang (dasar)’. Namun
pemakaiannya memiliki makna, antara lain:
1. ‘hal
ber (dasar)’
Contoh:
-
bergerak (hal gerak)
-
pertemuan (hal bertemu)
2. ‘hal,
tentang atau masalah (dasar)
Contoh:
-
Perekonomian (hal ekonomi)
-
Perkotaan (hal kota)
3. ‘daerah,
wilayah, atau tempat’
Contoh:
-
Pegunungan (daerah gunung)
-
Peristirahatan (tempat istirahat)
f. Nomina Bersufiks –an
1. Nomina
bersufiks –an yang dibentuk dari dasar melalui verba berprefiks me- inflektif
memiliki makna gramatikal:
-
Hasil me- (dasar)
-
Yang di- (dasar)
-
Alat me- (dasar)
2. Nomina
bersufiks –an yang dibentuk dari dasar melalui verba berprefiks ber-memiliki
makna gramatikal ‘tempat ber (dasar)’
3. Nomina
bersufiks –an yang dibentuk dari dasar langsung memiliki makna gramatikal:
-
Tiap-tiap
-
Banyak (dasar)
-
Bersifat (dasar)
g. Nomina Bersufiks –nya
1. –nya
sebagai pronominal ketiga tunggal
Contoh: saya mau minta tolong kepadanya
2. –nya sebagai sufiks seperti terdapat pada
kata-kata ‘naiknya, mahalnya, turunya’
Makna
gramatikal:
-
Hal (dasar)
-
Penegasan
h. Nomina Bersufiks Asing
-
in: hadirin, muslimin
Makna
gramatikal: laki-laki yang (dasar)
-
at: hadirat, muslimat
Makna
gramatikal: perempuan yang (dasar)
-
ah: gairah, hafizah
Makna gramatikal: perempuan yang (dasar)
-
si: politisi, teknisi
Makna gramatikal: yang bergerak dalam
bidang (dasar)
-
ika: fisika, matematika
Makna gramatikal: ilmu tentang (dasar)
-
ir: imprtir, eksortir
Makna gramatikal: pelaku kegiatan
(dasar)
-
ur: direktur, kondektur
Makna gramatikal: laki-laki yang menjadi
(dasar)
-
us: politikus, kritikus
Makna gramatikal: orang-orang yang
melakukan (dasar)
-
isme: kapitalise, sukuisme
Makna gramatikal: paham mengenai (dasar)
-
sasi: organisasi, spesialisasi
Makna gramatikal: proses pe-an (daar)
-
or: aktor, indicator
Makna gramatikal: yang melakukan atau menjadi
(dasar).
AFIKSASI PEMBENTUKAN AJEKTIVA
1.
Dasar Ajektiva Berprefiks pe-
Ada
dua macam proses pembubuhan prefiks pe-
pada dasar ajektiva. Pertama, yang dibubuhkan secara langsung dan kedua yang
dibubuhkan melalui verba berafiks me-kan.
2.
Dasar Ajektiva Berprefiks se-
Makna
gramatikal: sama (dasar)
Contoh:
Semanis gula (sama manis dengan gula)
3.
Dasar Ajektiva Bersufiks -an
Makna
gramatikal: lebih (dasar)
Contoh:
Mahalan (lebih mahal)
4. Dasar
Ajektiva Berprefiks ter-
Makna
gramatikal: paling (dasar)
Contoh:
tercantik (paling cantik)
5.
Dasar Ajektiva Berklofiks ke-an
Makna
gramatikal: adak (dasar)
Contoh:
kehijauan (agak hijau)
6.
Dasar Ajektiva Berklofiks me-kan
Makna
gramatikal: menyebabkan jadi (dasar)
Contoh:
menakutkan (menyebabkan jadi takut)
7.
Dasar Ajektiva Berklofiks me-i
Makna
gramatikal: merasa (dasar) pada
Contoh:
mencintai (merasa cinta pada)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar