Rabu, 17 Januari 2018

Afiksasi



RESUME MORFOLOGI
Dosen Pengampu : Diana Mayasari, M.Pd.
Nama : Kholifatur Riski Amalia
NIM : 166008 / PBSI 16C
AFIKSASI PEMBENUKAN VERBA
Afiksasi adalah salah satu proses dalam pembentukan kata turunan baik berkategori verba, nomina maupun ajektiva.
Afiks-afiks pembentuk verba adalah :
1.      Prefiks ber-
2.      Konfiks dan klofiks ber-an
3.      Klofiks ber-kan
4.      Syfiks -kan
5.      Sufiks -i
6.      Prefiks per-
7.      Konfiks per-kan
8.      Konfiks per-i
9.      Prefiks me-
10.  Prefiks di-
11.  Prefiks ter-
12.  Prefiks ke-
13.  Konfiks ke-an.

a.      Verba berprefiks ber-
Bentuk dasar dalam pembentukan verba dengan prefiks ber- dapat berupa:
1)      Morfem dasar terikat
Contoh : bertempur, berkelahi, berjuang
Merfem dasar terikatnya adalah tempur, kelahi, dan juang.
2)      Morfem dasar bebas
Contoh : berladang, beternak, bekerja, bernyanyi, bergaya.
Morfem dasar bebasnya adalah ladang, ternak, kerja, nyanyi, dan gaya.
3)      Bentuk turunan berafiks
Contoh : berpakaian, beraturan, berkekuatan.
Bentuk dasarnya adalah pakaian, aturan, dan kekuatan.
4)      Bentuk turunan reduplikasi
Contoh : berlari-lari, berkeluh-kesah, dan berilmu-pengetahuan.
Bentuk dasar : lari-lari, keluh-kesah, ilmu-pengetahuanm.
5)      Bentuk tuturan hasil komposisi
Contoh : berjual beli, bertemu muka, bergunung api
Bentuk dasar : jual beli, temu muka dan gunung api.

Makna gramatikal verba berprefiks ber- antara lain menyatakan :
1.      Mempunyai (dasar) atau ada(dasar)nya
2.      Memakai atau menggunkan (dasar)
3.      Mengendarai/menumpang/naik (dasar)
4.      Berisi/mangandung (dasar)
5.      Mengeluarkan/menghasilkan (dasar)
6.      Mengusahakan/mengerjakan (dasar)
7.      Melakukan (dasar)
8.      Mengalami/berada dalam keadaan (dasar)
9.      Kumpulan/kelompok (dasar)
10.  Memberi

b.      Verba berkonfiks dan berklofiks ber-an
Ber-an sebagai konfiks memiliki satu makna, sedangkan ber-an sebagai klofiks memiliki makna sendiri-sendiri.
Makna gramatikal verba berkonfiks ber-an adalah :
1.      Banyak serta tidak teratur.
Contoh : berlarian (banyak yang berlari dan tidak teratur)
2.      Saling atau berbalasan.
Contoh : bersentuhan (saling bersentuhan)
3.      Saling berada di.
Contoh : bersebelahan (saling berada di sebelah)

c.       Verba berklofiks ber-kan
Dalam klofiks ber-kan, prefiks ber- dan sufiks –kan memiliki makna gramatikal sendiri-sendiri. Prefiks ber- memiliki makna gramatikal seperti yang sudah dibahas pada poin (a) diatas. Sedangkan sufiks –kan memiliki makna gramatikal “akan”.
Contoh : bersenjatakan pistol (bersenjata akan pistol)
d.      Verba bersufiks -kan
Verba bersufiks –kan memiliki makna gamatikal :
1.      Jadikan
2.      Jadikan berada di
3.      Lakukan untuk orang lain
4.      Lakukan akan
5.      Bawa masuk ke

Verba bersufiks –kan digunakan dalam :
1.      Kalimat imperatif (perintah)
Contoh : lemparkan bola itu!
2.      Kalimat pasif yang predikatnya berpola (aspek) + pelaku + verba, dan subjeknya menjadi sasaran tindakan.
Contoh : rumah itu baru kami dirikan
3.      Keterangan tambahan pada subjek/objek yang berpola : yang + (aspek) + pelaku + verba.
Contoh : uang yang baru kami terima sudah habis lagi.

e.       Verba bersufiks –i
Verba bersufiks –i memiliki makna gramatikal:
1.      Berulang kali.
Contoh : Pukuli (pekerjaan pukul yang dilakukan berulang kali)
2.      Tempat.
Contoh : Datangi (datang di…)
3.      Merasa sesuatu pada.
Contoh : takuti (merasa takut pada…)
4.      Beri atau bubuh pada.
Contoh : Garami (beri garam pada…)
5.      Sebabkan atau jadikan
Contoh : Lengkapi (jadikan lengkap)
6.      Lakukan pada.
Contoh : Tulisi (jadikan tulis pada…)

Verba bersufiks –i digunakan dalam :
1.      Kalimat imperatif (perintah)
Contoh :
-          Tolong gulai teh ini!
-          Lompati saja pagar itu!
2.      Kalimat pasif yang predikatnya berpola: (aspek) + (pelaku) + (verba) dan subjeknya menjadi sasaran perbuatan.
Contoh :
-          Kemarin beliau sudah kami hubungi.
-          Anak-anak yatim itu harus kita santuni.
3.      Keterangan tambahan pada subjek atau objek yang berpola: yang + (aspek) + (pelaku) + verba.
Contoh :
-          Banjir melanda wilayah yang akan kita datangi.
-          Desa yang akan kita kunjungi berda dibalik bukit itu.

f.       Verba berprefiks per-
Verba berprefiks per- memiliki makna gramatikal:
1.      Jadikan lebih
Contoh : Perluas (Jadikan lebih luas)
2.      Anggap sebagai atau jadikan
Contoh : Peristri (Jadikan istri)
3.      Bagi.
Contoh : Pertiga (bagi tiga)
            Verba berprefiks per- dapat digunakan dalam:
1.      Kalimat imperatif
Contoh : persingkat bicaramu!
2.      Kalimat pasif yang berpola : (aspek) + pelaku + verba
Contoh : masjid ini akan kami perluas ke arah timur
3.      Keterangan tambahan pada subjek atau objek yang berpola: yang + aspek + pelaku + verba.
Contoh : mobil yang belum lama kami perbaiki mogok lagi/


g.      Verba berkonfiks per-kan
Verba berkonfiks per-kan memiliki makna gramatikal:
1.      Jadikan bahan (per-an)
Contoh : Perdebatkan (jadikan bahan perdebatan).
2.      Lakukan supaya (dasar)
Contoh : perbedakan (lakukan supaya beda).
3.      Jadikan me-
Contoh : perlihatkan. Jadikan (orang lain) melihat.
4.      Jadikan ber-
Contoh : pertemukan (jadikan bertemu).
h.      Verba berkonfiks per-i
Verba berkonfiks per-I memiliki makna gramatikal:
1.      Lakukan supaya jadi.
2.      Lakukan (dasar) pada objeknya.
Verba berkonfiks per-i digunakan dalam:
1.      Kalimat Imperatif
Contoh:
Perbaiki dulu sepedah ini !
2.      Kalimat Pasif yang predikatnya berpola: (aspek) + pelaku + verba.
Contoh:
Mobil itu baru kita perbaiki.
3.      Keterangan tambahan pada subjek atau objek yang berpola: yang + (aspek) + pelaku + verba.
Contoh:
Rumah yang baru kami perbaiki terkena gempa.
i.        Verba Berprefiks me-
Prefiks me- dapat membentuk me-, mem-, men-, meny-, meng-, dan menge-.
j.        Verba Berprefiks ke-
Verba berprefiks ke- digunakan dalam bahasa ragam tidak baku. Fungsi dan makna gramatikalnya sama dengan verba berprefiks ter-, yaitu :
1.      Tidak sengaja
2.      Dapat di
3.      Kena (dasar)
Contoh :
Kebaca = Terbaca
Ketipu = tertipu

k.      Verba berkonfiks ke-an
Verba berkonfiks ke-an termasuk verba pasif, yang tidak dapat dikembalikan ke dalam verba aktif, verba pasif di- dan verba pasif ter- memiliki makna gramatikal:
1.      Terkena, menderita atau mengalami
Contoh: kebakaran (menderita bakar)
2.      Agak bersifat.
Contoh: kebiruan (agak biru)

AFIKSASI PEMBENUKAN NOMINA
            Afiks-afiks pembentuk nomina turunan adalah:
1.      Prefiks ke-
2.      Konfiks ke-an
3.      Prefiks pe-
4.      Konfiks pe-an
5.      Konfiks per-an
6.      Sufiks –an
7.      Sufiks –nya

a.      Nomina berprefiks ke-
                              Nomina berprefiks ke- sejauh data yang ada hanyalah ada tiga buah kata, yaitu :
                    Ketua, kekasih dan kehendak.
b.      Nomina Berprefiks ke-an
           Ada dua macam proses pembentukan nomina dengan konfiks ke-an. Pertama, yang dibentuk langsung dari bentuk dasar, baik akar tunggal maupun akar majemuk.
Contoh: Hutan + ke-an = kehutanan (hal hutan)
           Kedua, dibentuk dari akar, tetapi melalui verba (yang dibentuk dari akar tersebut) yang menjadi predikat dalam suatu klausa, seperti:
-          Keberanian (yang diturunkan dari verba berani, dan klausa mereka sungguh berani)
            Nomina Berprefiks ke-an yang dibentuk langsung dari bentuk dasar memiliki makna gramatikal:
-          Hal (dasar) atau tentang (dasar)
-          Tempat atau wilayah.
Nomina Berprefiks ke-an yang dibentuk dari akar, tetapi melalui verba memiliki makna gramatikal:
-          Tempat (dasar)
-          Wilayah (dasar)

c.       Nomina berprefiks pe-
1.      Nomina berprefiks pe- yang mengikuti kaidah persengauan
Nomina berprefiks pe- yang mengikuti kaidah persengauan dapat berbentuk pe-, pem-, pen-, per-, peng-, peny-, dan penge-.
Nomina berprefiks pe- yang tidak mengikuti kaidah persengauan berkaitan dengan verba berprefiks ber- atau verba berklofiks memper-kan yang dibentuk dari dasar itu. Makna gramatikal yang dimiliki adalah ‘yang ber- (dasar)’.
Contoh: Peladang (yang berladang).
d.      Nomina berkonfiks pe-an
Konfiks pe-an dalam pembentukan nomina mempunyai enam buah alomorf:
pe-an, pem-an, pen-an, peny-an, peng-an, dan penge-an. Bentuk atau alomorf pe-an digunakan apabila bentuk dasarnya berawal dengan fonem {r, l, w, y, m, n, ny, dan ng}.
e.       Nomina berkonfiks per-an
1.      Nomina berkonfiks per-an yang dibentuk dari dasar melalui verba ber- bentuknya mengikuti perubahan bentuk prefiks ber-, sehingga menjadi bentuk per-an, pe-an dan pel-an.
2.      Nomina berkonfiks per-an yang dibentuk dari dasar (baik akar maupun bukan) nomina, seperti:
-          Perkaretan
-          Perkantoran
Makna gramatikal nomina berkonfiks per-an, baik yang dari dasar melalui verba ber- maupun yang langsung dari dasar adalah: ‘hal atau tentang (dasar)’. Namun pemakaiannya memiliki makna, antara lain:
1.      ‘hal ber (dasar)’
Contoh:
-          bergerak (hal gerak)
-          pertemuan (hal bertemu)
2.      ‘hal, tentang atau masalah (dasar)
Contoh:
-          Perekonomian (hal ekonomi)
-          Perkotaan (hal kota)
3.      ‘daerah, wilayah, atau tempat’
Contoh:
-          Pegunungan (daerah gunung)
-          Peristirahatan (tempat istirahat)

f.       Nomina Bersufiks –an
1.      Nomina bersufiks –an yang dibentuk dari dasar melalui verba berprefiks me- inflektif memiliki makna gramatikal:
-          Hasil me- (dasar)
-          Yang di- (dasar)
-          Alat me- (dasar)
2.      Nomina bersufiks –an yang dibentuk dari dasar melalui verba berprefiks ber-memiliki makna gramatikal ‘tempat ber (dasar)’
3.      Nomina bersufiks –an yang dibentuk dari dasar langsung memiliki makna gramatikal:
-          Tiap-tiap
-          Banyak (dasar)
-          Bersifat (dasar)

g.      Nomina Bersufiks –nya
1.      –nya sebagai pronominal ketiga tunggal
Contoh: saya mau minta tolong kepadanya
2.       –nya sebagai sufiks seperti terdapat pada kata-kata ‘naiknya, mahalnya, turunya’
Makna gramatikal:
-          Hal (dasar)
-          Penegasan

h.      Nomina Bersufiks Asing
-          in: hadirin, muslimin
Makna gramatikal: laki-laki yang (dasar)
-          at: hadirat, muslimat
Makna gramatikal: perempuan yang (dasar)
-          ah: gairah, hafizah
Makna gramatikal: perempuan yang (dasar)
-          si: politisi, teknisi
Makna gramatikal: yang bergerak dalam bidang (dasar)
-          ika: fisika, matematika
Makna gramatikal: ilmu tentang (dasar)
-          ir: imprtir, eksortir
Makna gramatikal: pelaku kegiatan (dasar)
-          ur: direktur, kondektur
Makna gramatikal: laki-laki yang menjadi (dasar)
-          us: politikus, kritikus
Makna gramatikal: orang-orang yang melakukan (dasar)
-          isme: kapitalise, sukuisme
Makna gramatikal: paham mengenai (dasar)
-          sasi: organisasi, spesialisasi
Makna gramatikal: proses pe-an (daar)
-          or: aktor, indicator
Makna gramatikal: yang melakukan atau menjadi (dasar).
                       

AFIKSASI PEMBENTUKAN AJEKTIVA
1.      Dasar Ajektiva Berprefiks pe-
Ada dua macam proses pembubuhan prefiks pe- pada dasar ajektiva. Pertama, yang dibubuhkan secara langsung dan kedua yang dibubuhkan melalui verba berafiks me-kan.
2.      Dasar Ajektiva Berprefiks se-
Makna gramatikal: sama (dasar)
Contoh: Semanis gula (sama manis dengan gula)
3.      Dasar Ajektiva Bersufiks -an
Makna gramatikal: lebih (dasar)
Contoh: Mahalan (lebih mahal)
4.      Dasar Ajektiva Berprefiks ter-
Makna gramatikal: paling (dasar)
Contoh: tercantik (paling cantik)
5.      Dasar Ajektiva Berklofiks ke-an
Makna gramatikal: adak (dasar)
Contoh: kehijauan (agak hijau)
6.      Dasar Ajektiva Berklofiks me-kan
Makna gramatikal: menyebabkan jadi (dasar)
Contoh: menakutkan (menyebabkan jadi takut)
7.      Dasar Ajektiva Berklofiks me-i
Makna gramatikal: merasa (dasar) pada
Contoh: mencintai (merasa cinta pada)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar