Kamis, 11 Januari 2018

Hakikat dan Objek Kajian Morfologi

RESUME MORFOLOGI
Dosen Pengampu : Diana Mayasari, M.Pd.
Nama : Kholifatur Riski Amalia
NIM : 166008 / PBSI 16C

A. HAKIKAT MORFOLOGI
Secara etimologi kata morfologi berasal dari kata “morf” yaitu bentuk, dan “logi” yaitu ilmu. Secara bahasa kata ‘morfologi’ berarti “ilmu tentang bentuk” (Chaer. 2015:3).
Dalam kajian linguistik, morfologi berarti ‘ilmu mengenai bentuk-bentuk dan pembentukan kata’. Dalam pembentukan kata terdapat beberapa hal yang perlu dipelajari yakni morfem dengan seluruh bentuk dan jenisnya, baik itu morfem dasar maupun morfem afiks, redublikasi, komposisi dan lain sebagainya.


B.     OBJEK KAJIAN MORFOLOGI
Objek kajian morfologi adalah satuan-satuan morfologi, proses-proses morfologi, dan alat-alat dalam proses morfologi. Satuan morfologi adalah :
a.       Morfem
Yaitu satuan gramatikal terkecil yang bermakna. Morfem terdiri dari morfem akar (dasar) dan morfem afiks. Morfem akar dapat menjadi dasar pembentukan kata sedangkan afiks tidak. Akar memiliki makna leksikal, sedangkan afiks memiliki makna gramatikal.
b.      Kata
Yaitu satuan gramatikal yang terjadi sebagai hasil dari proses morfologis. Dalam morfologi, kata merupakan satuan terbesar sedangkan dalam sintaksis kata merupakan satuan terkecil.
        
    Komponen dalam proses morfologi :
a.       Dasar
Dasar atau bentuk dasar merupakan bentuk yang mengalami proses morfologi. Dasar dapat berupa bentuk polimorfemis (bentuk berimbuhan, bentuk ulang, dan bentuk gabungan)
b.      Alat pembentuk kata
Alat pembentuk kata dapat berupa afiks dalam proses afiksasi, pegulangan dalam proses redublikasi dan penggabungan dalam proses komposisi.
c.       Makna gramatikal
Makna gramatikal adalah berubahnya arti suatu bentuk dasar yang disebabkan karena adanya proses morfologi (afiksasi, redublikasi, komposisi).



DAFTAR PUSTAKA :


Chaer, Abdul. 2015. Morfologi Bahasa Indonesia: Pendekatan Proses. Jakarta: Rineka Cipta.
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar