RESUME MORFOLOGI
Dosen Pengampu : Diana Mayasari, M.Pd.
Nama : Kholifatur Riski Amalia
NIM : 166008 / PBSI 16C
A. HAKIKAT MORFOLOGI
Secara etimologi kata
morfologi berasal dari kata “morf” yaitu bentuk, dan “logi” yaitu ilmu. Secara
bahasa kata ‘morfologi’ berarti “ilmu tentang bentuk” (Chaer. 2015:3).
Dalam kajian
linguistik, morfologi berarti ‘ilmu mengenai bentuk-bentuk dan pembentukan
kata’. Dalam pembentukan kata terdapat beberapa hal yang perlu dipelajari yakni
morfem dengan seluruh bentuk dan jenisnya, baik itu morfem dasar maupun morfem
afiks, redublikasi, komposisi dan lain sebagainya.
B.
OBJEK KAJIAN MORFOLOGI
Objek kajian morfologi adalah satuan-satuan
morfologi, proses-proses morfologi, dan alat-alat dalam proses morfologi.
Satuan morfologi adalah :
a. Morfem
Yaitu satuan gramatikal terkecil yang bermakna.
Morfem terdiri dari morfem akar (dasar) dan morfem afiks. Morfem akar dapat
menjadi dasar pembentukan kata sedangkan afiks tidak. Akar memiliki makna
leksikal, sedangkan afiks memiliki makna gramatikal.
b. Kata
Yaitu satuan gramatikal yang terjadi sebagai hasil
dari proses morfologis. Dalam morfologi, kata merupakan satuan terbesar
sedangkan dalam sintaksis kata merupakan satuan terkecil.
Komponen dalam proses morfologi :
a. Dasar
Dasar atau bentuk dasar merupakan bentuk yang
mengalami proses morfologi. Dasar dapat berupa bentuk polimorfemis (bentuk
berimbuhan, bentuk ulang, dan bentuk gabungan)
b. Alat
pembentuk kata
Alat pembentuk kata dapat berupa afiks dalam proses
afiksasi, pegulangan dalam proses redublikasi dan penggabungan dalam proses
komposisi.
c. Makna
gramatikal
Makna gramatikal adalah berubahnya arti suatu bentuk
dasar yang disebabkan karena adanya proses morfologi (afiksasi, redublikasi,
komposisi).
DAFTAR PUSTAKA :
DAFTAR PUSTAKA :
Chaer, Abdul. 2015. Morfologi Bahasa Indonesia: Pendekatan Proses. Jakarta: Rineka
Cipta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar