RESUME MORFOLOGI
PROBLEMA MORFOLOGIS DALAM BAHASA
INDONESIA
Dosen Pengampu : Diana Mayasari, M.Pd.
Nama : Kholifatur Riski Amalia
NIM : 166008 / PBSI 16C
A. Problema
Akibat Bentukan Baru
Akhir-akhir ini banyak sekali bentukan baru sebagai
hasil kreasi pemakai bahasa Indonesia.
Misalnya: memberhentikan, memberlakuakan.
B. Problema
Akibat Kontaminasi
Kontaminasi merupakan gejala bahasa
yang mengacaukan kontruksi kebahasaan.
Contoh: dipelajarkan
C. Problema
Akibat Unsur Serapan
Hal itu terihat pada kekacauan dan keragu-raguan
pemakaian bentuk data-data, datum-datum, data, datum; fakta-fakta,
faktum-faktum, fakta, faktum; alumni dan alumnus. Semua kata tersebut adalah
bahasa latin yang masing-masing adalah kata tunggal dan kata jamak, sedangkan
yang terserap dalam bahasa Indonesia hanyalah bentuk kata jamaknya, yaitu:
data, fakta, dan alumni. Sedang bentuk tunggalnya: datum, fatktum, dan alumnus
tidak terserap dalam bahasa Indonesia.
Permasalahannya: apa bentuk
tunggalnya jika yang diserap hanya bentuk jamaknya?
D. Problema
Akibat Analogi
Sebagai istilah bahasa, analogi adalah bentukan
bahasa dengan menurut conoh yang sudah ada. Dengan adanya gejala analogi ini,
adalah banyaknya pemakai bahasa (Indonesia) yang salah analogi. Hal itu
disebabkan ketidak pahaman mereka terhadap bentuk-bentuk yang dicontohkannya
dan yang dibuatnya.
Misal:
Kata ‘Pihak’ menjadi
‘Fihak’
Kata ‘Paham’ menjadi
‘Faham’
E. Problema
Akibat Perlakuan Kluster
Kluster atau konsonan
rangkap mengandung problema tersendiri dalam pembentukan kata bahasa Indonesia.
Hal ini disebabkan bahwa kata bahasa Indonesia asli tidak mengenal kluster.
Kata yang berkluster itu berasal dari unsur serapan,
Contoh: program,
traktir, transfer
F. Problema
Akibat Proses Morfologis Unsur Serapan
Masalah ini ada
kesamaan dengan masalah sebelumnya, yaitu berkenaan dengan perlakuan unsur
asing. Hanya saja, yang menjadi tekanan disini adalah proses morfologisnya.
G. Problema
Akibat Perlakuan Kta Majemuk
Problema itu terlihat
pada persaingan pemakaian bentuk pertanggungjawaban,
pertanggungan jawab, menyebarluaskan, menyebarkan luas. Dari contoh itu
terlihat dua perlakuan bentuk majemuk. Sehingga muncul sebuah pertanyaan,
manakah yang tepat dan benar?
Masih banyak problema
yang akan terus muncul dalam pembentukan kata bahasa Indonesia. Fenomena ini
sebagai tanda bahwa bahasa Indonesia adalah bahasa yang hidup dan masih
menjalankan fungsinya secara aktif alat komunikasi bagi pemakainya.
DAFTAR PUSTAKA:
Muslich, Masnur. 2010. Tatabentuk Bahasa Indonesia: Kajian ke Arah
Tatabahasa Deskriptif. Jakarta: Bumi Aksarsa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar