Kamis, 18 Januari 2018

Problema Morfologis



RESUME MORFOLOGI
Dosen Pengampu : Diana Mayasari, M.Pd.
Nama : Kholifatur Riski Amalia
NIM : 166008 / PBSI 16C
 
 
PROBLEMA MORFOLOGIS DALAM BAHASA INDONESIA
A.    Problema Akibat Bentukan Baru
Akhir-akhir ini banyak sekali bentukan baru sebagai hasil kreasi pemakai bahasa Indonesia.
Misalnya: memberhentikan, memberlakuakan.
B.     Problema Akibat Kontaminasi
Kontaminasi merupakan gejala bahasa yang mengacaukan kontruksi kebahasaan.
            Contoh: dipelajarkan
C.     Problema Akibat Unsur Serapan
Hal itu terihat pada kekacauan dan keragu-raguan pemakaian bentuk data-data, datum-datum, data, datum; fakta-fakta, faktum-faktum, fakta, faktum; alumni dan alumnus. Semua kata tersebut adalah bahasa latin yang masing-masing adalah kata tunggal dan kata jamak, sedangkan yang terserap dalam bahasa Indonesia hanyalah bentuk kata jamaknya, yaitu: data, fakta, dan alumni. Sedang bentuk tunggalnya: datum, fatktum, dan alumnus tidak terserap dalam bahasa Indonesia.
            Permasalahannya: apa bentuk tunggalnya jika yang diserap hanya bentuk jamaknya?
D.    Problema Akibat Analogi
Sebagai istilah bahasa, analogi adalah bentukan bahasa dengan menurut conoh yang sudah ada. Dengan adanya gejala analogi ini, adalah banyaknya pemakai bahasa (Indonesia) yang salah analogi. Hal itu disebabkan ketidak pahaman mereka terhadap bentuk-bentuk yang dicontohkannya dan yang dibuatnya.
Misal:
Kata ‘Pihak’ menjadi ‘Fihak’
Kata ‘Paham’ menjadi ‘Faham’
E.     Problema Akibat Perlakuan Kluster
Kluster atau konsonan rangkap mengandung problema tersendiri dalam pembentukan kata bahasa Indonesia. Hal ini disebabkan bahwa kata bahasa Indonesia asli tidak mengenal kluster. Kata yang berkluster itu berasal dari unsur serapan,
Contoh: program, traktir, transfer
F.      Problema Akibat Proses Morfologis Unsur Serapan
Masalah ini ada kesamaan dengan masalah sebelumnya, yaitu berkenaan dengan perlakuan unsur asing. Hanya saja, yang menjadi tekanan disini adalah proses morfologisnya.
G.    Problema Akibat Perlakuan Kta Majemuk
Problema itu terlihat pada persaingan pemakaian bentuk pertanggungjawaban, pertanggungan jawab, menyebarluaskan, menyebarkan luas. Dari contoh itu terlihat dua perlakuan bentuk majemuk. Sehingga muncul sebuah pertanyaan, manakah yang tepat dan benar?


Masih banyak problema yang akan terus muncul dalam pembentukan kata bahasa Indonesia. Fenomena ini sebagai tanda bahwa bahasa Indonesia adalah bahasa yang hidup dan masih menjalankan fungsinya secara aktif alat komunikasi bagi pemakainya.


DAFTAR PUSTAKA:
Muslich, Masnur. 2010. Tatabentuk Bahasa Indonesia: Kajian ke Arah Tatabahasa Deskriptif. Jakarta: Bumi Aksarsa.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar