Kamis, 18 Januari 2018

Reduplikasi



REDUPLIKASI (Pengulangan)
a.      Reduplikasi Fonologis
Reduplikasi Fonologis ini tidak menghasilkan makna gramatikal, melainkan makna leksikal.
            Contoh:
-          kuku, dada, pipi
Bukan berasad dari kata dasar ku, da, pi.
-          foya-foya, tubi-tubi, paru-paru, onde-onde
Bentuk ulang utuh. Namun bentuk dasarnya tidak berstatus sebagai akar mandiri. Dalam bahasa Indonesia tidak ada akar foya, maupun tubi.
-          mondar-mandir, luntang-lantung (kata ulang semu)

b.      Reduplikasi Sintaksis
Kridalaksana (1989) menyebut reduplikasi ini menghasilkan sebuah ‘ulangan kata’, bukan ‘kata ulang’.
Contoh: jauh jauh sekali negeri yang kita datangi
                        Bentuk-bentuk reduplikasi sintaksis memiliki ikatan yang cukup longgar sehingga kedua unsurnya memiliki potensi untuk dipisahkan.
Contoh: jangan kau dekati pemuda itu, jangan.
Makna gramatikal reduplikasi sintaksis:
-          Menegaskan atau menguatkan

c.       Reduplikasi Semantis
Pengulangan “makna” yang sama dari dua buah kata yang bersinonim.
            Contoh: ilmu pengetahuan, cerdik cendekia, muda belia, gelap gulita.


d.      Reduplikasi Morfologis
1.      Pengulangan akar
a)      Pengulangan utuh
Contoh: meja-meja, makan-makan                         
b)      Pengulangan sebagian
Artinya, yang diulang dari bentuk dasar itu hanya salah satu suku katanya (dalam hal ini suku awal kata) disertai ‘pelemahan’ bunyi.
Contoh: leluhur (luhur-luhur), lelaki (laki-laki)
c)      Pengulangan dengan perubahan bunyi
Artinya, bentukdasar itu diulang tetapi disertai dengan perubahan bunyi, entah vokal maupun konsonan.
Contoh: bolak-balik, lirak-lirik, ramah-tamah, lauk-pauk.
d)     Pengulangan dengan infiks
Contoh: turun-temurun, tali-temali
2.      Pengulangan dasar berafiks
Ada tiga macam proses afiksasi dan reduplikasi:
a)      Sebuah akar diberi afiks dulu, lalu direduplikasi.
Contoh: akar lihat diberi prefiks me- ­menjadi “melihat”, lalu diulang menjadi “melihat-lihat”
b)      Sebuah akar direduplikasi dulu, lalu diberi afiks.
Contoh: akar ‘jalan’. Mula-mula diulang menjadi ‘jalan-jalan’ lalu diberi prefiks ber- menjadi “berjalan-jalan”
c)      Sebuah akar diberi afiks, lalu diulang secara bersamaan.
Contoh: akar ‘minggu’diberi prefiks ber- menjadi berminggu-minggu.
3.      Reduplikasi kompositum
Reduplikasi gabungan kata, kata majemuk.
a)      Kedua unsurnya sederajat
Contoh: tua muda, ayam itik
b)      Kedua unsurnya tidak sederajat
Contoh: rumah sakit, keras kepala
e.       Reduplikasi Dasar Nomina
Makna gramatikal:
-          Banyak
-          Banyak dan bermacam-macam
-          Banyak dengan ukuran tertentu
-          Menyerupai atau seperti
-          Saaat atau waktu

f.       Reduplikasi Dasar Verba
Makna gramatikal:
-          Kejadian berulang kali
-          Kejadian berintensitas
-          Kejadian berbalasan (resiprok)
-           Dilakukan tanpa tujuan (dasar)
-          Hal tindakan
-          Begitu (dasar)

g.      Reduplikasi Dasar Ajektiva
Makna gramatikal:
-          Banyak yang (dasar)
-          Se (dasar) mugkin
-          Hanya yang (dasar)
-          Sedikit bersifat (dasar)
-          Semua (dasar) dengan
-          Intensitas

h.      Reduplikasi Kelas Tertutup
a)      Reduplikasi Dasar Adverbia Negasi (bukan, tidak)
Contoh: jangan berpikir yang tidak-tidak
b)       Reduplikasi Dasar Adverbia Kala (sudah, akan)
Contoh: kalau mengingat yang sudah-sudah, kami memang kasih kepadanya
c)      Reduplikasi Dasar Adverbia Keharusan (kali, mau, boleh)
Contoh: boleh-boleh saja kalau Anda mau mengajukan usul itu
d)     Reduplikasi Dasar Adverbia Jumlah (sedikit, banyak, lebih, kurang, cukup)
Contoh: hawanya sangat dingin, lebih-lebih di pagi hari
e)      Reduplikasi Dasar Adverbia Frekuensi (sekali, jarang, sering, lagi)
Contoh: lagi-lagi dia yang membuat gaduh
f)       Reduplikasi Dasar Adverbia Tanya (5W+1H)
Contoh:
-          apa-apa saja yang kamu perlukan, silakan bilang
-          dia bukan siapa-siapa, jangan takut
-          jangan sampai kenapa-kenapa dengan dia
g)      Reduplikasi Dasar Pronomina Demonstratifa (ini, itu, begini, begitu)
Contoh: sejak dulu sampai sekarang itu-itu saja yang dibincangkan
h)      Reduplikasi Dasar Numeralia
Contoh: mereka diberi permen lima-lima
i)        Reduplikasi Dasar Konjungsi Koordinatif
Konjungsi koordinatif menyatakan gabungan, kesertaan (serta), kebalikan (tetapi, namun), penguatan (bahkan, malah {an}), hubungan waktu (kemudian, setelah, sesudah, lalu). Semuanya tidak terlibat dalam proses reduplikasi.
j)        Reduplikasi Dasar Subordinatif
Kosa kata konjungsi subordinatif adalah:
-          Menghubungkan menyatakan sebab: sebab, karena, asal dan lantaran.
-          Menghubungkan menyatakan persyaratan: jika, kalau, jikalau, andai, andaikata dan seandainya.
-           Menghubungkan menyatakan penguatan: meski (pun), biar (pun), walau (pun), kendati (pun)
-          Menghubungkan menyatakan batas: hingga, sehingga, dan sampai
-          Menghubungkan menyatakan perkecualian: kecuali
Namun yang terlibat dalam proses reduplikasi hanyalah kalau, andai, dan sampai.
Contoh: mari kita ke kebun, kalau-kalau ada durian yang sudah matang.


DAFTAR PUSTAKA :
Chaer, Abdul. 2015. Morfologi Bahasa Indonesia: Pendekatan Proses. Jakarta: Rineka Cipta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar