REDUPLIKASI
(Pengulangan)
a.
Reduplikasi
Fonologis
Reduplikasi Fonologis ini tidak menghasilkan makna
gramatikal, melainkan makna leksikal.
Contoh:
-
kuku, dada, pipi
Bukan berasad dari kata dasar ku, da, pi.
-
foya-foya, tubi-tubi, paru-paru,
onde-onde
Bentuk ulang utuh. Namun bentuk dasarnya tidak
berstatus sebagai akar mandiri. Dalam bahasa Indonesia tidak ada akar foya,
maupun tubi.
-
mondar-mandir, luntang-lantung (kata
ulang semu)
b.
Reduplikasi
Sintaksis
Kridalaksana (1989)
menyebut reduplikasi ini menghasilkan sebuah ‘ulangan kata’, bukan ‘kata
ulang’.
Contoh:
jauh jauh sekali negeri yang kita
datangi
Bentuk-bentuk
reduplikasi sintaksis memiliki ikatan yang cukup longgar sehingga kedua
unsurnya memiliki potensi untuk dipisahkan.
Contoh:
jangan kau dekati pemuda itu, jangan.
Makna
gramatikal reduplikasi sintaksis:
-
Menegaskan atau menguatkan
c.
Reduplikasi
Semantis
Pengulangan “makna” yang sama dari dua buah kata
yang bersinonim.
Contoh: ilmu pengetahuan, cerdik
cendekia, muda belia, gelap gulita.
d.
Reduplikasi
Morfologis
1. Pengulangan
akar
a) Pengulangan
utuh
Contoh: meja-meja, makan-makan
b) Pengulangan
sebagian
Artinya, yang diulang dari bentuk dasar itu hanya
salah satu suku katanya (dalam hal ini suku awal kata) disertai ‘pelemahan’ bunyi.
Contoh: leluhur (luhur-luhur), lelaki (laki-laki)
c) Pengulangan
dengan perubahan bunyi
Artinya, bentukdasar itu diulang tetapi disertai
dengan perubahan bunyi, entah vokal maupun konsonan.
Contoh: bolak-balik, lirak-lirik, ramah-tamah,
lauk-pauk.
d) Pengulangan
dengan infiks
Contoh: turun-temurun, tali-temali
2. Pengulangan
dasar berafiks
Ada tiga macam proses
afiksasi dan reduplikasi:
a) Sebuah
akar diberi afiks dulu, lalu direduplikasi.
Contoh: akar lihat diberi prefiks me- menjadi “melihat”, lalu diulang
menjadi “melihat-lihat”
b) Sebuah
akar direduplikasi dulu, lalu diberi afiks.
Contoh: akar ‘jalan’. Mula-mula diulang menjadi
‘jalan-jalan’ lalu diberi prefiks ber- menjadi
“berjalan-jalan”
c) Sebuah
akar diberi afiks, lalu diulang secara bersamaan.
Contoh: akar ‘minggu’diberi prefiks ber- menjadi berminggu-minggu.
3. Reduplikasi
kompositum
Reduplikasi gabungan kata, kata majemuk.
a) Kedua
unsurnya sederajat
Contoh: tua muda, ayam itik
b) Kedua
unsurnya tidak sederajat
Contoh: rumah sakit, keras kepala
e.
Reduplikasi
Dasar Nomina
Makna
gramatikal:
-
Banyak
-
Banyak dan bermacam-macam
-
Banyak dengan ukuran tertentu
-
Menyerupai atau seperti
-
Saaat atau waktu
f.
Reduplikasi
Dasar Verba
Makna
gramatikal:
-
Kejadian berulang kali
-
Kejadian berintensitas
-
Kejadian berbalasan (resiprok)
-
Dilakukan
tanpa tujuan (dasar)
-
Hal tindakan
-
Begitu (dasar)
g.
Reduplikasi
Dasar Ajektiva
Makna
gramatikal:
-
Banyak yang (dasar)
-
Se (dasar) mugkin
-
Hanya yang (dasar)
-
Sedikit bersifat (dasar)
-
Semua (dasar) dengan
-
Intensitas
h.
Reduplikasi
Kelas Tertutup
a) Reduplikasi
Dasar Adverbia Negasi (bukan, tidak)
Contoh: jangan berpikir
yang tidak-tidak
b) Reduplikasi Dasar Adverbia Kala (sudah, akan)
Contoh: kalau mengingat
yang sudah-sudah, kami memang kasih kepadanya
c) Reduplikasi
Dasar Adverbia Keharusan (kali, mau, boleh)
Contoh: boleh-boleh
saja kalau Anda mau mengajukan usul itu
d) Reduplikasi
Dasar Adverbia Jumlah (sedikit, banyak, lebih, kurang, cukup)
Contoh: hawanya sangat
dingin, lebih-lebih di pagi hari
e) Reduplikasi
Dasar Adverbia Frekuensi (sekali, jarang, sering, lagi)
Contoh: lagi-lagi dia
yang membuat gaduh
f) Reduplikasi
Dasar Adverbia Tanya (5W+1H)
Contoh:
-
apa-apa saja yang kamu perlukan, silakan
bilang
-
dia bukan siapa-siapa, jangan takut
-
jangan sampai kenapa-kenapa dengan dia
g) Reduplikasi
Dasar Pronomina Demonstratifa (ini, itu, begini, begitu)
Contoh: sejak dulu sampai sekarang itu-itu saja yang
dibincangkan
h) Reduplikasi
Dasar Numeralia
Contoh: mereka diberi permen lima-lima
i)
Reduplikasi Dasar Konjungsi Koordinatif
Konjungsi koordinatif menyatakan
gabungan, kesertaan (serta), kebalikan (tetapi, namun), penguatan (bahkan,
malah {an}), hubungan waktu (kemudian, setelah, sesudah, lalu). Semuanya tidak
terlibat dalam proses reduplikasi.
j)
Reduplikasi Dasar Subordinatif
Kosa kata konjungsi subordinatif
adalah:
-
Menghubungkan menyatakan sebab: sebab,
karena, asal dan lantaran.
-
Menghubungkan menyatakan persyaratan:
jika, kalau, jikalau, andai, andaikata dan seandainya.
-
Menghubungkan menyatakan penguatan: meski
(pun), biar (pun), walau (pun), kendati (pun)
-
Menghubungkan menyatakan batas: hingga,
sehingga, dan sampai
-
Menghubungkan menyatakan perkecualian:
kecuali
Namun
yang terlibat dalam proses reduplikasi hanyalah kalau, andai, dan sampai.
Contoh: mari kita ke
kebun, kalau-kalau ada durian yang sudah matang.
DAFTAR PUSTAKA :
Chaer,
Abdul. 2015. Morfologi Bahasa Indonesia:
Pendekatan Proses. Jakarta: Rineka Cipta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar