RESUME MORFOLOGI
PERUBAHAN
BENTUK KATA
Dosen Pengampu : Diana Mayasari, M.Pd.
Nama : Kholifatur Riski Amalia
NIM : 166008 / PBSI 16C
A. Analogi
Analogi adalah suatu
bentukan bahasa dengan meniru contoh yang sudah ada.
B. Adaptasi
Adaptasi atau
penyesuaian dapat dibedakan menjadi dua:
1. Adaptasi
fonologis
Penyesuaian perubahan
bunyi bahasa asing menjadi bunyi yang sesuai dengan ucapan lidah bangsa pemakai
bahasa yang dimasukinya. Adaptasi ini menekankan pada lafal bunyi.
Contoh:
Faduli (Arab) =>
Peduli (bahasa yang dimasukinya)
2. Adaptasi
Morfologis
Penyesuaian struktur
bentuk kata. Hal ini berpengaruh pada bunyi.
Contoh:
Parameswari
(Sansekerta) => Permaisuri (bahasa yang dimasukinya)
C. Kontaminasi
Dalam bahasa Indonesia, kata kontaminasi sama dengan kerancuan.
Kata rancu dipakai sebagai istilah yang berkaitan dengan pencampuradukan dua
unsur bahasa (afiks, kata, frase / kaliamat) yang tidak wajar.
Contoh: dinasionalisirkan,
dipublisirkan.
D. Hiperkorek
Gejala
hiperkorek merupakan proses pembetulan bentuk yang sudah betul malah menjadi
salah.
Contoh:
a.
Fonem /s/ menjadi /sy/;
Insaf
=> insyaf
Safaf
=> syaraf
b.
Fonem /p/ menjadi /f/
Pasal
=> fasal
Paham
=> paham
E. Varian
Gejala
varian sering dijumpai dalam ucapan pejabat pada Era Orde Baru. Vokal /a/ pada
sufiks –kan menjadi /e/. Misalnya:
Direncanakan => direncanaken
Diambilkan => diambilken
F. Asimilasi
Proses
penyamaan atau penghampirsamaan bunyi yang tidak sama.
Contoh:
Inmoral > immoral > immoral
G. Disimilasi
Proses
berubahnya dua buah fonem yang sama menjadi tidak sama.
Contoh:
Citta (Sangsekerta) => Cipta
H. Adisi
Perubahan
yang terjadi dalam suatu tuturan yang ditandai oleh penambahan fonem.
I. Reduksi
Peristiwa
pengurangan fonem dalam suatu kata.
J. Metatesis
Suatu
pertukaran, adalah perubahan bentuk kata yang fonem-fonemnya bertukar tempat.
Contoh:
Almari => Lemari
K. Diftongisasi
Perubahan
suatu monoftong menjadi diftong.
L. Monoftongisasi
Proses
perubahan suatu diftong (gugus vokal) menjadi monoftong.
M. Anaptiksis
Proses
penambahan suatu bunyi dalam suatu kata guna melancarkan ucapannya.
Contoh: putra => putera
N. Haplologi
Proses
penghilangan suku kata yang ada ditengah-tengah kata.
Contoh: sarnanantara => sementara
O. Kontraksi
Gejala
yang memperlihatkan adanya satu atau lebih fonem yang dihilangkan.
Kadang-kadang ada perubahan atau penggantian fonem.
Contoh: tidak ada => tiada.
DAFTAR
PUSTAKA:
Muslich, Masnur. 2010. Tatabentuk Bahasa Indonesia: Kajian ke Arah
Tatabahasa Deskriptif. Jakarta: Rineka Cipta
Tidak ada komentar:
Posting Komentar