Kamis, 18 Januari 2018

Perubahan Bentuk Kata



RESUME MORFOLOGI
Dosen Pengampu : Diana Mayasari, M.Pd.
Nama : Kholifatur Riski Amalia
NIM : 166008 / PBSI 16C
 
 
PERUBAHAN BENTUK KATA
A.    Analogi
Analogi adalah suatu bentukan bahasa dengan meniru contoh yang sudah ada.
B.     Adaptasi
Adaptasi atau penyesuaian dapat dibedakan menjadi dua:
1.      Adaptasi fonologis
Penyesuaian perubahan bunyi bahasa asing menjadi bunyi yang sesuai dengan ucapan lidah bangsa pemakai bahasa yang dimasukinya. Adaptasi ini menekankan pada lafal bunyi.
Contoh:
Faduli (Arab) => Peduli (bahasa yang dimasukinya)
2.      Adaptasi Morfologis
Penyesuaian struktur bentuk kata. Hal ini berpengaruh pada bunyi.
Contoh:
Parameswari (Sansekerta) => Permaisuri (bahasa yang dimasukinya)
C.     Kontaminasi
Dalam bahasa Indonesia, kata kontaminasi sama dengan kerancuan. Kata rancu dipakai sebagai istilah yang berkaitan dengan pencampuradukan dua unsur bahasa (afiks, kata, frase / kaliamat) yang tidak wajar.
            Contoh: dinasionalisirkan, dipublisirkan.
D.    Hiperkorek
            Gejala hiperkorek merupakan proses pembetulan bentuk yang sudah betul malah menjadi salah.
Contoh:
a.       Fonem /s/ menjadi /sy/;
Insaf =>  insyaf
Safaf => syaraf
b.      Fonem /p/ menjadi /f/
Pasal => fasal
Paham => paham


E.     Varian
            Gejala varian sering dijumpai dalam ucapan pejabat pada Era Orde Baru. Vokal /a/ pada sufiks –kan menjadi /e/. Misalnya:
Direncanakan => direncanaken
Diambilkan => diambilken
F.      Asimilasi
            Proses penyamaan atau penghampirsamaan bunyi yang tidak sama.
Contoh:
Inmoral > immoral > immoral
G.    Disimilasi
            Proses berubahnya dua buah fonem yang sama menjadi tidak sama.
Contoh:
Citta (Sangsekerta) => Cipta
H.    Adisi
            Perubahan yang terjadi dalam suatu tuturan yang ditandai oleh penambahan fonem.
I.       Reduksi
            Peristiwa pengurangan fonem dalam suatu kata.
J.       Metatesis
            Suatu pertukaran, adalah perubahan bentuk kata yang fonem-fonemnya bertukar tempat. Contoh:
Almari => Lemari
K.    Diftongisasi
            Perubahan suatu monoftong menjadi diftong.
L.     Monoftongisasi
            Proses perubahan suatu diftong (gugus vokal) menjadi monoftong.
M.   Anaptiksis
            Proses penambahan suatu bunyi dalam suatu kata guna melancarkan ucapannya.
Contoh: putra => putera
N.    Haplologi
            Proses penghilangan suku kata yang ada ditengah-tengah kata.
Contoh: sarnanantara => sementara
O.    Kontraksi
            Gejala yang memperlihatkan adanya satu atau lebih fonem yang dihilangkan. Kadang-kadang ada perubahan atau penggantian fonem.
Contoh: tidak ada => tiada.


DAFTAR PUSTAKA:
Muslich, Masnur. 2010. Tatabentuk Bahasa Indonesia: Kajian ke Arah Tatabahasa Deskriptif. Jakarta: Rineka Cipta     

Tidak ada komentar:

Posting Komentar