Selasa, 21 Maret 2017

Mimpi di Negeri Sakura (Part I)



**Part I

Terik matahari mulai muncul, menyala lebih terang daripada dua jam yang lalu. Sekarang pagi sudah menjadi setengah siang dan aku tengah fokus memantengi buku Bahasa Inggris yang menjadi lebih tebal dari beberapa bulan lalu, sambil mempelajari materi-materi yang lumayan rumit dengan bantuan Dosen kesayanganku. Aku sedang menunggu waktu yang kebetulan kurang dari setengah jam lagi adalah waktuku untuk presentasi mandiri. Sebenarnya hari ini bukanlah waktu untuk presentasi, hanya saja Dosen tengah bertugas untuk melatihku. Karena sebentar lagi aku akan mengikuti Olimpiade Bahasa Inggris 2014 Tingkat Nasional yang akan di selenggarakan di salah satu Universitas Negeri di Kota Bandung Jawa Barat. Menurutku aku tidak begitu pintar dalam mata kuliah ini, hanya saja aku selalu berhasil mendapatkan nilai harian yang hampir sempurna, dan selama empat semester ini aku juga selalu mendapatkan IPK yang mendekati sempurna pula, semuanya di atas 3,8. Sebenarnya aku bukanlah mahasiswi yang pintar, hanya saja aku adalah Mahasiswi yang suka berusaha melakukan apapun dengan sebaik mungkin. Mungkin karena itu lah aku bisa lolos seleksi dan menjadi perwakilan Universitasku ini. Universitas Negeri Malang jurusan Sastra Indonesia yang juga menyukai Bahasa Inggris.
Jam klasik pada dinding berjalan dengan irama yang beraturan yang sungguh membuat mata ingin tidur jika mengamati bunyi demi bunyi secara lebih detail. Bapak Dosen dari program studi Sastra Inggris yang akhir-akhir ini sering aku jumpai melatihku dan juga aku jumpai saat seleksi itu nampaknya sudah tidak sabar melatih kemampuan Bahasa Inggrisku. Bagaimana tidak ? aku adalah satu-satunya mahasiswi dari prodi Sastra Indonesia yang keras kepala memaksa untuk mengikuti seleksi Olimpiade Bahasa Inggris tingkat Nasional dan akhirnya menjadi satu-satunya kandidat, tinggal menghitung hari lagi aku benar-benar mewakili Universitasku pada Olimpiade itu.
Aku pun tengah menunggu waktu untuk berdiri di depan kelas yang di dalamnya hanya berisi mahasiswa Sastra Inggris dan satu dosen yang menurutku baik hati ini. Berbicara dengan bahasa sehari-hari mereka dengan ratus bahkan ribuan kata, menatap seluruh mata yang menatapku pada ruang kelas prodi Sastra Inggris dan berusaha menampilkan yang terbaik lantas melakukan kritik dan saran dari presentasiku.
*Menit ke sepuluh sebelum presentasi*
Benda elektronik pada kantong tasku bergetar, aku dapat merasakannya lantaran punggungku tengah bersandar pada tubuh kursi yang kebetulan tasku juga aku letakkan disana. Getaran itu tak kunjung berhenti, hingga sedikit membuatku khawatir siapa yang tengah menelepon dan ada apakah gerangan. Aku berusaha mengintip layar handphoneku. Nama Jordan terpampang disana. Iya, dia adalah adik laki-laki dari orang yang aku sukai. Jordan adalah remaja tampan yang baru menginjak kelas 2 SMA jurusan IPA di salah satu SMA Negeri di Kota Malang, Jawa Timur. Ia memang masih kelas 2 SMA namun pemikirannya yang menurutku lebih cepat dewasa dari pemikiran anak seusianya membuatku senang ketika berbincang dengannya. Jadi, tidak mengangkat teleponnya adalah sama halnya melewatkan siaran film favoritku.
            Aku tengah berkonsentrasi dengan materi sekarang. Namun, getaran yang tak kunjung henti ini membuat aku ingin segera menekan tombol hijau. Aku meminta izin pada dosen kesayangan yang baru aku kenal beberapa bulan terakhir ini.
“Mohon maaf Sir, apa boleh saya mengangkat telepon sebentar ? ” tanyaku dengan nada yang sangat rendah, agar tetap terlihat sopan.
“Ada apa Najwa ? Sebentar lagi kan kamu presentasi”
“Iya Sir, saya tau. Tapi ini tidak akan lama, ini telepon dari adik saya, saya khawatir karena sejak tadi dia tidak berhenti menghubungi saya”.
Bukan aku bermaksud untuk berbohong, namun aku memang sudah menganggap Jordan seperti adikku sendiri, dia begitu baik padaku.
“Baiklah, hanya untuk lima menit”. Bapak Dosen memberiku izin “Terima kasih banyak Sir” – “yes, you’re welcome”.

            Dengan gerakan cepat aku segera berlari menuju toilet untuk mengangkat telepon dari Jordan.
                             
Penasaran ada apakah gerangan ? sehingga Jordan menelpon Najwa pada jam kuliah ? yuk lanjut ke Part 2 :-)

1 komentar:

  1. Slotyro Casino Resort - Mapyro
    Looking for the best Slotyro Casino 과천 출장마사지 Resort in Palm 경주 출장샵 Springs? Check 김제 출장샵 out our 의정부 출장샵 Mapyro Casino Resort 김천 출장샵 reviews and get a 100% bonus up to $1000 for your first

    BalasHapus